Rabu, 9 April 2014

~Ucaplah ‘Astaghfirullah al-’azim’~



Manusia tidak dapat lari dari melakukan kesilapan. Itu adalah fitrah manusia, tetapi untuk kembali membersihkan diri dari dosa. Allah memberi jalan keluar untuk manusia kembali pada-Nya.

Istighfar umpama butang ‘escape’ atau butang ‘backspace’ di keybord. Andai anda tersilap kata, terkasar bahasa, terbuat dosa, maka beristighfarlah.

Jangan tunggu melakukan dosa sahaja baru beristighfar, lakukan ia setiap masa. Mungkin ada beberapa perkara dosa yang kita lakukan tanpa kita sedari. Jikalau pun yakin sepenuh hati bahawa anda tidak melakukan dosa, beristighfar lah juga, kerana Rasulullah yang maksum juga beristighfar. Apatah lagi kita manusia biasa.

Sabda Rasulullah saw :
“Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Nya pada setiap hari lebih dari tujuh puluh kali” (H.R Bukhari)

Istighfar atau memohon keampunan merupakan salah satu perkara yang penting dalam Islam. Namun apakah kesan istighfar dalam kehidupan kita ?

Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.

1. MENGGEMBIRAKAN ALLAH
Rasulullah bersabda, "Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir." (HR.Bukhari dan Muslim).

2. DICINTAI ALLAH
Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, "Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa."(HR.Ibnu Majah).

3. DOSA-DOSANYA DIAMPUNI
Rasulullah bersabda, "Allah telah berkata,'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya)."(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,"Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Kitab Ihya'Ulumiddin: 1/410).

4. SELAMAT DARI API NERAKA
Hudzaifah pernah berkata, "Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka'. Rasulullah bersabda,'Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam'." (HR.Nasa'i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. MENDAPAT BALASAN SURGA
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal."(QS.Ali'Imran: 135-136).

6. MENGECEWAKAN SYETAN
Sesungguhnya syetan telah berkata,"Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,"Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku."(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. MEMBUAT SYETAN PUTUS ASA
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,"Saya telah melakukan dosa'.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi',kata Ali. Orang itu menjawab,'Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi'. Ali berkata, 'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi'. Orang itu bertanya lagi,'Sampai kapan?' Ali menjawab,'Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi."(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. MEREDAM ADZAB
Allah berfirman,"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun."(QS.al-Anfal: 33).

9. MENGUSIR KESEDIHAN
Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka."(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.MELAPANGKAN KESEMPITAN
Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka,"(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11. MELANCARKAN REZEKI
Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya seorang hamba boleh tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya."(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12. MEMBERSIHKAN HATI
Rasulullah bersabda,"Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya."(HR.Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13. MENGANGKAT DERAJATNYA DISURGA
Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,'Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?' Allah berkata,'Karena istighfar anakmu untukmu'."(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14. MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH
Abu Hurairah berkata,"Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,'Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali'."(HR.Bukhari).

15. MENJADI SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERSALAH
Rasulullah bersabda,"Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat."(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16. BERSIFAT SEBAGAI HAMBA ALLAH YANG SEJATI
Allah berfirman,"Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo'a:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur."(QS.Ali'Imran: 15-17).

17. TERHINDAR DARI KEZALIMAN
Allah berfirman,"...Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."(QS.al-Hujurat: 11).

18. MUDAH MENDAPATKAN ANAK
Allah berfirman,"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS.Nuh: 10-12).

19. MUDAH MENDAPATKAN AIR HUJAN
Ibnu Shabih berkata,"Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, 'Perbanyaklah istighfar'. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, 'Perbanyaklah istighfar'. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,'Perbanyaklah istighfar'.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

20. BERTAMBAH KEKUATANNYA
Allah berfirman,"Dan (dia berkata):"Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."(QS.Hud: 52).

21. BERTAMBAH KESEJAHTERAANNYA
Allah berfirman,"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."(QS.Nuh: 10-12).

22. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG
Allah berfirman,"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,"Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka."(HR.Bukhari).

23. KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN
Allah berfirman,"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal soleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS.al-Furqan: 70).
"Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat."(QS.Hud: 114).

24. BERCITRA SEBAGAI ORANG MUKMIN
Rasulullah bersabda,"Tidak seorang pun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin."(HR.Ahmad).

25. BERKEPRIBADIAN SEBAGAI ORANG BIJAK
Seorang ulama berkata,"Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar." (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

"Ya ALLAH.. ENGKAU adalah Rabb-ku tidak ada tuhan yang berhak di sembah dengan benar kecuali ENGKAU. ENGKAU-lah yang menciptakanku, aku adalah hamba-MU, aku akan setia dengan perjanjianku dengan-MU semampuku. aku berlindung kepada-MU dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-MU yang diberikan kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh kerana itu. Ampunilah aku..Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali ENGKAU."

(HR. Al-Bukhari. Ahmad. an-Nasai)

P/s : Ucaplah ‘Astaghfirullah al-’azim’ bila kita terleka dan lalai dalam melakukan sesuatu perkara.

Selasa, 8 April 2014

~Kebenaraan Azab Allah S.W.T.~


Video Yang Cukup Memberi Pengajaran !

Allahurabbi ! Betapa gerun akan azab Allah , mungkin kejadian sebegini tidak dirasakan kerana berlaku di negara orang lain dan tidak berlaku di negara kita.

Tetapi sanggupkah kita andai Allah turunkan bala di negara kita , Muhasabah Diri dan peringatan , Sesungguhnya Amat Besar Azab Allah pada orang yang Kufur akan nikmatnya.

DALAM pengertian keagamaan, hukuman yang ditimpakan kepada seseorang sebagai akibat daripada perbuatannya disebut azab. Hukuman itu sendiri terbahagi kepada dua, iaitu yang berasal daripada Allah SWT dan yang dilakukan oleh suatu golongan terhadap golongan lain.

Contoh hukuman daripada Allah SWT adalah hukuman yang ditimpakan kepada Firaun dan para pengikutnya agar mereka menyedari kekeliruannya dan kembali ke jalan yang benar. (maksud al-Quran, surah az-Zukhruf, ayat 48). Contoh hukuman daripada suatu golongan kepada golongan yang lain adalah seksaan yang dilakukan Firaun serta para pengikutnya terhadap Bani Israel dan pembunuhan semua bayi lelaki mereka. (al-Baqarah: 49, al-'Araaf: 141, Ibrahim: 6 dan ad-Dukhaan: 30-31)

Dalam al-Quran dijelaskan bentuk dan sebab azab. Contoh sebab azab kerana kafir kepada Allah SWT diterangkan dalam surah al-Anfal ayat 35, dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT dalam surah al-'Araaf ayat 36-39.

Salah satu contoh bentuk azab Allah SWT di neraka adalah minuman daripada air yang sedang mendidih. Ini terdapat dalam surah al-An'am ayat 70.

Pada umumnya, kaum Asy'ariyah (penganut aliran Asy'ariyah) meyakini adanya azab Allah SWT yang ditimpakan kepada manusia ketika masih berada di dunia ini. Dalam al-Quran dikisahkan adanya azab dalam pelbagai bentuk bencana alam.

Bangsa-bangsa terdahulu yang ingkar atau zalim tertimpa bencana itu, misalnya angin kencang yang amat dingin dan membinasakan kaum Ad (al-Haqqah: 6)

Nabi Hud AS diutus Allah SWT untuk memberi peringatan kepada kaum Ad yang sesat (al-Ahqaf: 21) kerana mereka menyembah objek lain selain Allah SWT.

Mereka tidak mahu mendengarkan Nabi Hud dan tetap membangkang. Akhirnya, Allah SWT menurunkan azab kepada kaum Ad dalam dua tahap. Salah satu azabnya berupa kekeringan atau kemarau yang sangat dahsyat.

Sebelum bencana banjir diturunkan, Nabi Nuh AS sudah mengingatkan umatnya akan azab Allah SWT. Namun mereka tetap membangkang dan menolak ajakan Nabi Nuh AS. Akhirnya bencana banjir besar ditimpakan kepada kaum Nabi Nuh AS kerana mereka berbuat zalim. Atas perintah Allah SWT, Nabi Nuh AS dan kaumnya yang bertakwa membina bahtera besar agar mereka terhindar daripada bencana bah (banjir besar).

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ada dua pendapat tentang azab kubur. Pertama, menyatakan bahawa azab kubur berbentuk penyeksaan secara fizikal, sedangkan yang kedua berpendapat bahawa azab kubur hanya merupakan pengalaman rohani. Meskipun demikian, tidak semua ulama, terutama ulama moden, berpendapat bahawa azab kubur itu ada. Sebahagian daripada mereka tidak percaya akan adanya azab kubur.

Para ahli ilmu kalam berpendapat bahawa azab di akhirat berlaku secara fizikal. Hal ini didasarkan pada keyakinan mereka tentang adanya kebangkitan jasmani seperti dinyatakan dalam firman Allah SWT yang bermaksud: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh? Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama. (Yaasin: 78-79)

Kaum sufi menolak kebangkitan (dibangunkan kembali) jasmani. Menurut mereka, jasmani bersifat sementara. Apa yang akan dibangkitkan (dibangunkan kembali) di akhirat adalah rohani. Oleh hal yang demikian itu, azab akhirat itu bersifat rohani.

Ya Allah Peliharalah Hati Kami ini pada jalan yang benar .. aamiin.

Sumber : Utusan Online

Isnin, 7 April 2014

~Kemungkaran di Kota Kuala Lumpur~



SHEIKH Muhammad Abu Zahrah berkata: "Selepas Allah SWT mengarahkan orang Islam supaya berpegang dengan tali Allah SWT iaitu al-Quran al-Qarim dan jangan berpecah-belah lantas Allah menerangkan jalan dan cara untuk berpegang iaitu kesatuan dan juga pelaksanaan amar makruf nahi mungkar." Oleh yang demikian Allah SWT fardukannya dengan ayat di atas.

Iktibar dan fiqh ayat:

i). Kalimah lam (pada perkataan waltakum adalah lam perintah). Yakni hendaklah terdapat di kalangan kamu satu kumpulan yang menyeru ke arah kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran.
Ayat ini mengandungi perintah menyeru kepada kebaikan. Ditafsirkan oleh sebahagian ulama seperti berikut. Kalimah man di dalam ayat ini dinamakan litab'ngid ertinya untuk sebahagian.

Jelasnya perintah menyeru kepada kebaikan di sini bukanlah ditumpukan hanya kepada sebahagian umat Islam sahaja, tetapi ditumpukan kepada setiap umat Islam yang mukalaf berdasarkan firman Allah SWT (Terjemahan: surah al-Imran: 110) Kamu (Wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman).

Maka berdasarkan ayat ini wajiblah atas setiap umat Islam yang mukalaf itu melaksanakan al-Amr Makruf al-Nahi al-Munkar iaitu menyuruh mengerjakan kebajikan dan melarang berbuat kejahatan.

ii). Adapun cara melarang berbuat kejahatan atau mungkar itu sama ada dengan tangannya yakni tindakan keras, atau lisannya dengan memberikan nasihat atau sekurang-kurangnya mengingkarkan dengan hati.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri r.a, Nabi SAW bersabda yang bermaksud: Sesiapa di antara kamu melihat sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, sekiranya tidak sanggup hendaklah dengan lisannya dan sekiranya tidak sanggup hendaklah dengan hatinya. Yang demikian itu (mengingkarkan dengan hati) adalah selemah-lemah iman. (riwayat Muslim )

iii). Cara mengubah mungkar ada tiga jenis:
Mengubah dengan tangan iaitu menggunakan kekuatan atau kekuasaan orang menurut cara yang lebih berkesan. Bukan dengan cara yang membawa pertumpahan darah atau menimbulkan kekacauan yang lebih dahsyat bencananya dari perbuatan mungkar itu sendiri.

Mengubah dengan lidah setelah tidak dapat gunakan tangan. Ini dibolehkan jika ada faedah atau kesannya kerana dapat diterima dan dipatuhi nasihat atau tunjuk ajar kemudian perkara mungkar itu dihentikan.

Mengubah dengan hati setelah kedua-dua cara yang diterangkan tadi gagal dan tidak memberi kesan. Ini dikenali sebagai tanda selemah-lemah iman.

Namun demikian, ia adalah fardu ain ke atas tiap-tiap orang Islam. Ertinya wajib atas mereka mengingkari perkara yang mungkar itu dengan hati. Hal ini pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabda-Nya yang bermaksud: "Apabila dikerjakan kejahatan dalam permukaan bumi, maka orang yang menyaksikannya tetapi dia membencinya seperti orang yang tidak melihat perbuatan tersebut. Dan barang siapa yang tidak melihat kejahatan itu tetapi dia suka akannya maka dia seperti orang yang menyaksikan perbuatan tersebut".

Maka di atas tafsiran ayat dan hadis yang disebutkan itulah membawa pengertian hendaklah kamu menjadi umat yang menyeru orang supaya berbuat kebajikan dan mencegah orang daripada mengerjakan kejahatan

iv). Al-Maraghi berkata: "Mereka yang melaksanakan dakwah ini harus memenuhi syarat-syaratnya agar dapat mencapai matlamat dengan baik dan teladan dalam aspek ilmu dan amalan:

Memahami isi kandungan al-Quran, sunnah dan jejak langkah Nabi SAW serta para Khalifah al-Rasyidin.
Peka dengan keadaan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, dari aspek selok-belok masalah, kesediaan, tabiat, akhlak dan pergaulan mereka dengan masyarakat.

Menguasai bahasa masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya. Nabi SAW pernah menyuruh beberapa orang sahabatnya mempelajari bahasa Ibrani bagi kemudahan berkomunikasi dengan bangsa Yahudi yang menjadi jiran Baginda dan mengetahui mereka yang sebenar.

Mengetahui agama dan tradisi serta berbagai-bagai aliran di kalangan pelbagai umat demi memudahkan dirinya mengetahui mana yang batil dari yang betul.

v). Al-Sonhadji berkata: "Kita mendapati bahawa ayat ini ditujukan kepada setiap umat Islam bertanggungjawab dengan tidak ada kecualinya bahkan semuanya hendaklah menyeru kepada kebaikan, caranya dengan menyuruh manusia berbuat kebajikan dan menegah kejahatan.

Tanggungjawab untuk melaksanakan

"Masing-masing mengikut taraf dan kemampuannya. Hendaklah mereka melantik sekumpulan umat yang dapat menjalankan kewajipan itu, manakala sesuatu kesalahan atau penyelewengan segeralah memperbaikinya supaya tidak menimbulkan kebinasaan terhadap umat tadi".

vi). Sayid Qutub dalam tafsirnya berkata: "Penggunaan dua kata yang berbeza itu menunjukkan keharusan adanya dua kelompok dalam masyarakat Islam.

"Kelompok pertama yang bertugas mengajak dan kelompok kedua bertugas memerintah dan melarang. Kelompok kedua ini tentulah memiliki kekuasaan di bumi.

"Ajaran Ilahi di bumi ini bukan sekadar nasihat, petunjuk dan penjelasan. Ini adalah salah satu tanggungjawab untuk melaksanakan pemerintahan dan menegakkan yang makruf dan mencegah kemungkaran".

Akhir kata penulis meminjam kata-kata Dr. Aid al-Qarni berkenaan dengan nasihatnya melalui buku Ihfazillah Yahfazka yang menyebut: "Dan para ulama Ahli Sunnah wa al-Jamaah dan para wali Allah itu adalah orang yang bergelut dan bergaul dengan masyarakat yang luas.

"Di dalam Islam, tidak ada seorang alim yang menutup dirinya hanya di dalam rumah dan tidak keluar ke khalayak ramai untuk menyebarkan manfaat ilmunya kepada mereka. Orang seperti ini bukan Ahli Sunnah wal-Jamaah.

"Kamu akan mendapati para ulama Ahli Sunnah wal-Jamaah di masjid, di tempat terbuka, di jalan raya, di forum-forum, di tempat perkumpulan manusia dan di kampus-kampus universiti dan sebagainya.

"Mereka sentiasa mengajar manusia dan menginfaqkan sebahagian rezeki yang Allah anugerahkan kepada mereka dan tidak kedekut terhadap ilmunya".

Berdasarkan ayat di atas jelas menunjukkan kita semua harus mencontohi dan meneladani pendirian dan peranan Ahli Sunnah wal-Jamaah. Semoga kita semua sentiasa mendapat rahmat Allah yang melayakkan untuk menghuni syurganya. Aamiin.

Sumber : KOLEKSI TULISAN DR. ZULKIFLI MOHAMAD AL BAKRI

Khamis, 27 Mac 2014

~Ya Hanana (Betapa Beruntungnya Kami)~

Dengan Lafaz Bismillah dan Salam Sejahtera,


Ya Hanana
يَا هَنَانَا
ya hana na
Betapa Beruntungnya Kami

ظَهَرَ الدِّينُ المُؤَيَّد بِظُهُورِالنَّبِى اَحمَد
dzoharoddiinul muayyad bidzhuhuurin nabi ahmad
Telah muncul agama yang didukung, dengan munculnya sang Nabi Ahmad

يَا هَنَانَــــــــا بِمُحَمَّد ذَلِكَ الفَضلُ مِنَ الله
ya hana na bimuhammad dzalikal fadhlu minallah
Betapa beruntungnya kami dengan Muhammad (Saw),
Itulah anugerah daripada Allah SWT

يَا هَنَانَا
ya hana na
Betapa Beruntungnya Kami

خُصَّ بِالسَّبعِ المَثَانِى وَحَوى لُطفَ المَعَأنِى
khusho bissab’il matsani wa hawa luthfal ma’ani
Diistimewakan dengan as-Sab’ul Matsany (al-Fatihah),
Penghimpun rahsia bagi setiap makna

مَالَهُ فِى الخَلقِ ثَانِى وَعَلَيهِ اَنزَلَ الله
ma lahu fil kholqi tsani wa a’laihi anzalallah
Tidak ada yang senilai dengannya,
Dan Allah mewahyukan kepadanya (Muhammad SAW)

يَا هَنَانَا
ya hana na
Betapa Beruntungnya Kami

مِن مَكَّةٍ لَمَّا ظَهَر لِاَجلِهِ انشَقَ القَمَر
min makkatillamma dzohar liajlihin syaqqal qomar
Ketika di Makkah bulan tampak terbelah deminya (Muhammad SAW),

وَافتخَرَت الُ مُضَر بِهِ عَلى كُلِّ الاَنَام
waf takhorot aalu mudhor bihi ala kullil anam
lalu kabilah Mudhar (kabilah Muhammad SAW) dibanggakan oleh seluruh manusia

يَاهَانَانَأ
ya hana na
Betapa beruntungnya kami

اَطيَبُ النَّاسِ خَلقًا وَاَجَلُّ النَّاسِ خُلُقُا
athyabunnasi kholqon wa ajallunnasi khuluqon
Beliau adalah manusia yang terbaik ciptaanNya, dan teragung akhlaknya

ذِكرُهُ غَربًا وَشَرقًا سَائِرٌ وَالحَمدُ لِله
dzikruhu ghorbaw wa syarqon saa iruw walhamdu lillah
Semua berzikir ke atasnya samada di barat atau di timur,
Segala puji hanya bagi Allah SWT

يَاهَنَانَا
ya hana na
Betapa beruntungnya kami

صَلُّوا عَلى خَيرِ الاَنَام المُصطَفَى بَدرِالتَّمَام
shollu a’la khoiril anami al musthofa badrittamami
Berselawatlah ke atas sebaik-baik manusia (Muhammad SAW) yang terpilih,
Sang bulan purnama

صَلُّوا عَلَيهِ وَسَلِّمُوا يَشفَع لَنَأ يَومَ الزِّحَام
shollu a’laihi wasallimu yasyfa’ lana yaumazzihami
Sampaikanlah salam kepadanya, moga diberi syafaat di hari kebangkitan

يَا هَنَانَا
ya hana na
Betapa beruntungnya kami

By: Al-Habib Sheikh Bin Abdul Qadir As-Sagaf

Rabu, 26 Mac 2014

~Salahkah Jika Hanya Berniaga Burger?~

Dengan Lafaz Bismillah dan Salam Sejahtera,


Diterbitkan: Rabu 2 Jan 2013 

PETALING JAYA: Pelakon kacak, Fizo Omar menjelaskan penglibatannya dalam perniagaan penjualan burger sejak beberapa bulan lalu bukan hanya bagi kepentingan sendiri tetapi berhasrat ingin membantu golongan muda.

Fizo, 27, berkata, menerusi perniagaan Hot Burger itu, dia membuka peluang perniagaan kepada mereka yang benar-benar berminat tanpa perlu mengeluarkan modal.

"Idea ini timbul apabila saya dan beberapa rakan menganjurkan Program Sahabat Belia pada tahun lalu dan memikirkan apa cara yang sesuai dan mudah untuk membantu golongan muda terlibat dalam perniagaan".

"Kami memilih menjual burger kerana ia mudah disediakan dan digemari ramai selain dapat memberi pulangan yang lumayan," jelasnya kepada mStar Online.

Tambah Fizo, buat masa ini belia yang berminat untuk berniaga akan diberikan gerai serta keperluan untuk memasak burger selain latihan mengendalian sebagai persediaan.

"Kita akan sediakan segala-galanya untuk mereka bagi memulakan perniagaan cuma mereka perlu membawa semangat dan minat," katanya.

Dalam pada itu, Fizo berkata, setakat ini hampir 30 gerai telah mula beroperasi di sekitar Lembah Klang dan menyasarkan 100 buah gerai lagi dalam waktu terdekat.

Menggunakan tagline Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima, Fizo berkata, ada di antara perniaga yang telah mula menunjukkan kemajuan apabila memperoleh pendapatan bersih di antara RM2,000 ke RM10,000 sebulan.

"Kita tidak akan ambil apa-apa imbuhan daripada mereka dan hasil yang diterima adalah seratus peratus milik mereka dan selain kita memberikan latihan, uniform turut disediakan selain memantau dan membantu mereka menyelia akaun supaya ia berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, Fizo berkata, keuntungan syarikatnya itu hanya bergantung melalui pembekalan bahan-bahan membuat burger kepada gerai-gerai burger yang mengambil bahagian dalam program itu.

Melalui dua lagi rakan kongsinya iaitu, Rizal Musa, 30, dan Asri Hamid, 34, yang sememangnya arif dalam perniagaan burger, Fizo berharap perniagaan itu akan diperluaskan di seluruh negara suatu hari nanti.

"Buat masa ini kita menyasarkan sekitar Lembah Klang namun adalah menjadi harapan kami ia akan diperluaskan di seluruh negara dan menjadi jenama pilihan," jelasnya.

Antara jenis burger yang dijual di Hot Burger adalah seperti burger ikan, unta, arnab, rusa, burung unta, daging dan ayam.

Kepada sesiapa yang berminat untuk menyertai program tersebut boleh menghubungi Asri Hamid di talian 011-1929 9990 untuk keterangan lanjut.  

(Sumber: mStar Online)

Tapi yang ini lain pula kisahnya...



Pertunangan diputuskan dan beralih kepada lelaki kaya kerana si tunang hanya penjual burger. Adakah tiada masa depan yang cerah bagi kerjaya berniaga burger. Yang sedihnya si tunang dihina depan-depan. Salahkah jika hanya menjadi penjual burger sebagai kerjaya???? Andai nilailah sendiri...

Bagi yang berminat menceburi Bisnes Burger. Terdapat beberapa Bisnes Francais Burger yang kini dijalankan di Malaysia:



P/s : Kini siapa saja boleh jadi tauke francais...